LUBUK SIKAPING – onenewsindonesia.top Dalam upaya menghidupkan kembali nadi ekonomi dan sosial antarwilayah, sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pasaman di Lubuk Sikaping, Rabu (8/4/2026).
Kunjungan ini dihadiri oleh tiga legislator Pasaman Barat, yakni Sulaiman, Rommy Candra, dan Jekrimen. Fokus utama pertemuan tersebut adalah koordinasi percepatan pembukaan akses jalan yang menghubungkan Batang Kundur (Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman) dengan Jorong Sitabu (Nagari Bahoras, Kecamatan Gunung Tuleh, Pasaman Barat).
Anggota DPRD Pasaman Barat, Sulaiman, menjelaskan bahwa secara historis, masyarakat Batang Kundur memiliki ikatan yang sangat kuat dengan Paraman Ampalu di Pasaman Barat. Sebelum pemekaran, warga Batang Kundur rutin menyekolahkan anak-anak mereka ke MTs dan MA Muhammadiyah Paraman Ampalu serta mengandalkan Pasar Paraman Ampalu untuk berniaga.
"Dulu, setiap Selasa sore, warga Batang Kundur dan Simpang Lolo sudah sampai di Paraman Ampalu membawa hasil kebun dengan kuda. Setelah berbelanja kebutuhan pokok pada hari pasar (Rabu), mereka kembali pulang. Hubungan emosional dan ekonomi ini yang ingin kita hidupkan kembali," ujar Sulaiman.
Rencana pembukaan akses jalan lintas kabupaten ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026. Proyek ini mencakup, Pembangunan Jalan: Sepanjang 4 Kilometer, Infrastruktur Pendukung 1 unit jembatan gantung, sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan estimasi nilai sekitar Rp 20 Miliar.
Meski anggaran pusat telah dialokasikan, tantangan infrastruktur masih ada. Saat ini, masih terdapat gap sepanjang kurang lebih 7 kilometer yang perlu disinergikan agar akses benar-benar terhubung sempurna dari kedua sisi kabupaten.
"Untuk memaksimalkan manfaat jalan ini bagi masyarakat, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat sangat krusial. Kami ingin memastikan konektivitas ini tidak terputus di tengah jalan, sehingga mobilisasi orang dan barang kembali lancar seperti dulu," tambah Rommy Candra.
Melalui pembangunan ini, diharapkan akses masyarakat Nagari Bahoras (dahulu Rabi Jonggor) dan Batang Kundur semakin terbuka, yang pada akhirnya akan memicu pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan kedua kabupaten tersebut.(RYP)

0 Komentar