BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

Seni Melepaskan Beban: Saat "Tenggang Rasa" Menjadi "Makan Hati"

 


Onenewsindonesia.top | Sering kali, kita terjebak dalam rasa sungkan yang berlebihan. Kita menghabiskan waktu, energi, dan pikiran untuk menjaga perasaan orang lain—memastikan kata-kata kita tidak melukai mereka, atau selalu mengutamakan kepentingan mereka di atas kenyamanan kita sendiri. Kita menyebutnya tenggang rasa.

​Namun, ada satu kenyataan pahit yang sering kita temui: Tidak semua orang memiliki timbangan yang sama.

​1. Ketidakseimbangan yang Melelahkan

​Kadang kala, saat kita sibuk menjaga hati seseorang agar tidak retak, orang tersebut justru dengan santainya mematahkan hati kita. Di saat kita berusaha memahami situasi mereka, mereka bahkan tidak meluangkan waktu satu detik pun untuk mengerti posisi kita. Kita memperlakukan mereka sebagai prioritas, sementara mereka menempatkan kita hanya sebagai pilihan saat tidak ada orang lain.

​2. Berhenti Meminta Maaf untuk Keberadaanmu

​Menenggang orang lain adalah tanda kedewasaan dan kemuliaan hati. Namun, jika itu dilakukan terus-menerus tanpa adanya timbal balik, itu bukan lagi kebaikan, melainkan pengabaian terhadap diri sendiri. Kamu tidak perlu terus-menerus meminta maaf atas ruang yang kamu ambil atau atas batasan yang kamu buat.

​3. Batasan Adalah Bentuk Cinta Diri

​Ingatlah bahwa ​Kebaikanmu bukan kewajibanmu untuk disalahgunakan.

​Menghargai diri sendiri bukanlah kesombongan.

​Kamu tidak bertanggung jawab atas kebahagiaan orang yang tidak mau berusaha membahagiakanmu.

"Jangan sampai kamu terlalu sibuk membangun jembatan untuk orang lain, hingga kamu sendiri tenggelam karena lupa membangun fondasi untuk kakimu berpijak."

(Pena Keumatan)

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat datang di Website www.onenewsindonesia.top, Terima kasih telah berkunjung, selamat membaca, tertanda Pemimpin Redaksi: Fitrya Sari