TALU, TALAMAU, onenewsindonesia.top – Akses transportasi di kawasan Polongan Enam, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, kini berada dalam status siaga darurat. Bekas longsoran atau terban yang memakan badan jalan dilaporkan semakin melebar dan mengancam akan memutus total akses jalan utama jika tidak segera ditangani secara permanen.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (13/05), kerusakan jalan ini dipicu oleh akumulasi dua faktor krusial yang memperburuk struktur tanah setiap harinya.
Pertama kondisi jalan sudah sangat labil dan retak, kendaraan bermuatan berat terpantau masih leluasa melintas. Beban tonase yang lebih 6 Ton disinyalir menjadi penyebab utama struktur tanah di bawah aspal terus tergerus dan mengalami penurunan.
Kedua wilayah Talu dan sekitarnya tengah diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam sepekan terakhir. Air hujan yang meresap ke celah-celah terban mempercepat proses erosi bawah tanah, yang mengakibatkan lubang terban semakin menganga lebar.
Para pengguna jalan dan warga setempat kini diselimuti kecemasan. Jalur ini merupakan urat nadi transportasi yang vital, jika ambruk sepenuhnya tentu wilayah Talu hingga Sinuruik terancam terisolasi total.
"Kondisinya sudah sangat genting. Kalau hujan lebat turun lagi dan truk besar terus lewat, kita takut jalan ini tiba-tiba amblas saat ada kendaraan yang melintas," ujar salah seorang pengguna jalan di lokasi yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan pemerintah daerah belum reponsif hinggà masyarakat kini mendesak adanya pengawalan nyata dan tindakan tegas bagi kendaraan berat yang melanggar, untuk mencegah agar tidak melintas di Jalan tersebut.
Para pengendara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama saat melintas di malam hari atau dalam kondisi cuaca hujan deras, demi menghindari jatuhnya korban jiwa.
(Pena Keumatan)

0 Komentar