Onenewsindonesia.top| Peran pers dalam sebuah negara demokrasi itu ibarat "jendela", Meskipun kadang beritanya pahit didengar, keberadaannya tidak bisa ditawar.
Di era banjir informasi seperti sekarang, peran pers bukan sekadar penyampai berita, melainkan kompas moral dan penyaring kebenaran. Bagi publik, pers adalah jembatan yang menghubungkan apa yang terjadi di koridor kekuasaan dengan apa yang dirasakan di meja makan rakyat jelata.
Di tengah maraknya hoax dan disinformasi, pers bekerja dengan kode etik untuk memastikan fakta yang sampai ke tangan publik adalah kebenaran yang sudah dikonfirmasi.
Tidak semua orang bisa hadir di ruang sidang atau memantau kebijakan pemerintah setiap saat. Pers melakukannya untuk kita, memberikan transparansi atas setiap keputusan yang berdampak pada hidup orang banyak.
Melalui liputan yang mendalam, pers membantu publik memahami isu-isu kompleks mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga perubahan iklim secara lebih sederhana.
Memang benar, tidak semua orang menyukai pers. Bagi pihak-pihak yang kepentingannya terganggu atau penyimpangannya terungkap, pers sering dianggap sebagai musuh atau "pengganggu". Namun, justru di situlah letak kekuatannya.
Pers yang kritis adalah tanda bahwa sebuah masyarakat masih sehat. Tanpa kritik dari pers, penyalahgunaan kekuasaan akan berjalan tanpa hambatan. Pers mungkin tidak selalu memberikan berita yang ingin kita dengar, tetapi mereka memberikan berita yang perlu kita ketahui.
Selamat Hari Pers Nasional untuk seluruh insan media. Teruslah bekerja demi kepentingan publik, karena demokrasi tanpa pers yang bebas hanyalah panggung sandiwara tanpa penonton yang kritis.
(Pena Keumatan)

0 Komentar