Sungai Janiah Talu, Pasaman Barat – onenewsindonesia.top - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, semangat kebersamaan masyarakat Kampung Baru kembali membara. Pada Rabu (11/2/2026), warga setempat bersama para pemuka adat (Ninik Mamak) bersinergi melaksanakan aksi gotong royong pembenahan infrastruktur dan kebersihan lingkungan di tiga titik strategis desa.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini bukan sekadar rutinitas, melainkan manifestasi komitmen warga dalam menjaga tradisi bakaba baik, baukua buruk saling membantu dalam membangun kampung.
Gotong royong kali ini difokuskan pada tiga area yang menjadi denyut nadi kehidupan religius dan sosial masyarakat. Pertama, Membersihkan Masjid Darul Falah sebagai pusat ibadah selama Ramadhan nanti, area dalam dan halaman masjid dibersihkan secara menyeluruh. Hal ini dilakukan guna memastikan kenyamanan jamaah dalam melaksanakan salat tarawih dan tadarus.
Kedua Pembenahan Pandam Perkuburan, warga bahu-membahu membersihkan rumput liar dan merapikan area pemakaman umum. Aksi ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus persiapan bagi warga yang akan melakukan tradisi ziarah sebelum memasuki bulan puasa.
Ketiga, Pengecoran Jalan Guguak, akses jalan menuju pemakaman di area Guguak yang sebelumnya sulit dilalui, terutama saat hujan, kini diperkuat dengan pengecoran semen. Langkah ini diambil untuk menjamin aksesibilitas dan keamanan peziarah.
Kehadiran langsung para Ninik Mamak di lapangan memberikan dorongan moral yang signifikan bagi para pemuda dan anak nagari. Keterlibatan unsur adat ini membuktikan bahwa struktur kepemimpinan lokal masih sangat solid dalam menggerakkan pembangunan swadaya.
Kegiatan pengecoran jalan ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong warga dalam menjaga warisan leluhur serta mempererat kekompakan dalam membangun kampung halaman. Ninik Mamak Kampung Baru, Dasra Satria Datuk Ruhun, menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh warga. Dengan adanya perbaikan akses jalan tersebut, diharapkan nilai-nilai kebersamaan antar warga tetap terjaga dan semakin kuat di masa depan.
Pembangunan ini terlaksana berkat dukungan penuh dan bantuan dana dari para perantau (dunsanak di Rantau) yang memiliki kepedulian tinggi terhadap tanah kelahiran. Selain mempermudah mobilitas warga, Dasra Satria berharap perbaikan jalan ini memberikan kenyamanan ekstra bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ziarah secara lebih khusyuk. Sinergi antara warga lokal dan para perantau ini menjadi bukti bahwa membangun kampung adalah tanggung jawab bersama demi kenyamanan seluruh lapisan masyarakat.
Melalui aksi nyata ini, Kampung Baru tidak hanya bersiap secara fisik menyambut bulan suci, tetapi juga memperkokoh fondasi silaturahmi antarwarga. Harapannya, tradisi gotong royong ini tetap lestari sebagai identitas kuat masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, religius, dan mandiri.
(Pena Keumatan)


0 Komentar